• HUTAN RI

    Ilegal Hutan Indonesia

    Warning!
  • bom Terumbu Karang RI

    BOM Terumbu Karang Indonesia

    Warning!
  • Tambang ilegal RI

    Tambang Ilegal Indonesia

    Warning!
  • Senjata API ilegal RI

    Senjata API ilegal di Indonesia

    Warning!

Sabtu, 17 Maret 2012

Polisi Jember Perdalam Penanganan Kasus Aborsi Ilegal

TEMPO Interaktif, JEMBER - Aparat Kepolsian Resor Jember, hingga Minggu petang (15/8), kembali menggeledah rumah Vike Septaninda, 48 tahun, di Jalan Perumnas Balung, Desa Balung Kidul, Kecamatan Balung. Penggeledahan untuk mendapatkan bukti-bukti tambahan demi memperkuat penanganan kasus dugaan praktek aborsi ilegal oleh mantan bidan tersebut.

Praktek aborsi ilegal itu terkuak setelah polisi menangkap DM, 25 tahun, warga Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu petang (14/8). DM ditangkap saat membeli bunga dan peralatan kematian, seperti kain kafan, di pasar Tanjung. "Warga curiga ketika melihat kondisi korban, lalu melaporkannya kepada kami," kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Jember Ajun Komisaris Polisi M Nurhidayat.

Kepada polisi DM mengaku baru saja menggugurkan kandungannya yang berusia 2,5 bulan di tempat praktek Vike, sekitar 35 kilometer arah selatan dari Kota Jember. Hari itu juga polisi menangkap Vike sambil melakukan penggeledahan rumahnya.

Polisi menemukan sejumlah peralatan medis dan kebidanan seperti tensimeter, puluhan jarum suntik, obat antibiotik, alat tes pembukaan rahim, sarung tangan. dan kain perlak. Bahkan ada jarum suntik yang masih ada darahnya.

Kepada DM, Vike yang pernah bekerja di sebuah rumah sakit di Jember itu mengenakan tarif Rp 2 juta. DM yang pernah kuliah di Jember mengetahui praktek aboorsi Vike dari kalangan mahasiswa di Jember. "Ternyata praktek tersebut sudah dilakukan beberapa tahun dan kebanyakan pasiennya mahasiswi," ujar Nurhidayat.

Polisi terus mengembangkan pemeriksaan untuk mengetahui berapa banyak korban yang melakukan aborsi di tempat praktek Vike.

sumber

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar