• HUTAN RI

    Ilegal Hutan Indonesia

    Warning!
  • bom Terumbu Karang RI

    BOM Terumbu Karang Indonesia

    Warning!
  • Tambang ilegal RI

    Tambang Ilegal Indonesia

    Warning!
  • Senjata API ilegal RI

    Senjata API ilegal di Indonesia

    Warning!

Selasa, 27 Januari 2015

DUSUN JUJUHAN >> Awas! Uang Palsu Beredar di Dusun << uang Indonesia mudah dipalsukan 100%

Warga di dusun saat ini harus ekstra hati-hati terhadap peredaran uang palsu. Para pemilik uang palsu ini nampaknya mengincar dusun sebagai tempat menyebarkan uang palsu mereka. Sebab saat ini sudah ditemukan uang palsu di wilayah Jujuhan. Tepatnya disebuah warung di wilayah ini. 
Hal ini terjadi di Rafi Cell milik salah satu warga di Dusun Pulau Jelmu dan juga dialami oleh pemilik warung milik Mudaris, Rio Pulau Jelmu.

"Saya dikasih sama anak saya uang pecahan seratus ribu.  Itu didapat dari pembeli yang tidak dikenal,” ujar Mudaris.

Uang palsu ini diketahui saat pemilik warung menyetorkan uang tersebut ke BRI di Jujuhan. Oleh pihak Bank dipastikan bahwa salah satu pecahan uang dengan nilai seratus ribu tersebut palsu. 

“Saat itu Bank mengembalikan uang tersebut. Setelah tau uang itu palsu, pihak warung menyerahkan uang palsu itu ke kami," ujar Mudaris.

Dengan kejadian itu Rio Pulau Jelmu berharap pada masyarakat agar berhati-hati jika menerima uang dari pembali agar tidak dirugikan.

sumber :
http://dinamikawarta.com/berita-1184-awas-uang-palsu-beredar-di-dusun.html
Reade more >>

JEMBER >> << uang Indonesia mudah dipalsukan 100%


Polres Jember memastikan jika uang palsu sebesar Rp 44 Juta 500 ribu, yang berhasil diamankan dari dua pengedar SY dan BN alias RS, berasal dari Surabaya. Kepastian ini disampaikan Kapolres Jember, Ajun Komisaris Besar Polisi Jayadi.
Kepada sejumlah wartawan, Jayadi menjelaskan, pengakuan uang palsu dari surabaya tersebut, merupakan hasil pemeriksaan terhadap kedua tersangka. Namun sejauh ini, polisi masih belum mau menyebutkan, siapa pemasok dari surabaya tersebut.
Menurut Jayadi, untuk menangkap pemasok upal tersebut, Polres Jember sudah berkoordinasi dengan Polrestabes Surabaya. Dan sejauh ini masih dilakukan pengejaran terhadap pemasok upal itu.
Penangkapan pengedar upal itu, berawal dari laporan masyarakat, yang mencurigai modus penukaran yang dilakukan pelaku. Dimana Rp 1 Juta uang asli ditukar dengan uang Rp 3,5 Juta. Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata uang tersebut adalah uang palsu.
Diberitakan sebelumnya di Kabar Sore Kiss Fm, Jumat lalu, Satreskrim Polres Jember, berhasil membekuk sindikat pengedar uang palsu. Pelaku warga sempolan berinisial SY dan BN. Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti uang palsu hampir Rp 45 Juta.


sumber :
http://www.kissfmjember.com/2012/03/20/polres-jember-pastikan-barang-bukti-uang-palsu-dari-surabaya.html
Reade more >>

RIAU >> Polres Rohil Riau Amankan 2 Pengedar Uang Palsu << uang INDONESIA mudah dipalsukan 100%

Jajaran Polres Rokan Hilir (Rohil), Riau, menangkap dua pria pengedar uang palsu. Dari tangan tersangka polisi berhasil menyita puluhan lembar uang palsu.

Demikian disampaikan Kasat Reskrim Polres Rohil, AKP Eka Putra Nasution, kepada detikcom, Kamis (28/8/2014). Dia menjelaskan, kedua tersangka berinisial Sm (44) dan Ms (37), warga Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rohil.

"Barang bukti berhasil diamankan dari tersangka Sm ada 15 lembar uang palsu dan dari tersangka Ms ada 44 lembar uang palsu yang semuanya pecahan seratus ribu," kata AKP Eka.

Dia menjelaskan, kasus pengedaran uang palsu ini ditangani Polsek Bagan Sinemba.

Secara terpisah, Kapolsek Bagan Sinemba, Kompol Taufik, membenarkan peristiwa tersebut. Dia menjelaskan, keduanya ditangkap pada Rabu (27/8/2014) sore hari. Ini setelah pihaknya menerima laporan dari warga terkait kepemilikan uang palsu.

"Awalnya anggota kita menerima informasi dari warga jika kedua tersangka mengantongi uang palsu. Dari sana langsung kita telusuri dan menangkap di rumah tersangka Sm. Dan barang bukti itu kita temukan," kata Kompol Taufik.

Kompol Taufik menjelaskan, kedua tersangka mengaku uang palsu itu mereka dapatkan dari rekannya inisial H. Insial H, pada tahun 2012 lalu sudah pernah ditangkap dalam kasus yang sama.

"Jadi uang palsu itu mereka dapatkan dari H yang kini masih kita buru. Karena lepas dari penjara, berarti dia masih main uang palsu lagi," kata Kompol Taufik.

"Hasil pemeriksaan sementara ini, kedua tersangka mengaku belum sempat mengedarkan uang palsu," kata Kompol Taufik.

SUMBER :
http://riaukita.com/read-6-7644-2014-08-28-polres-rohil-riau-amankan-2-pengedar-uang-palsu-.html
Reade more >>

DEPOK-JABAR>> 4 Pengedar uang palsu dibekuk, salah satunya Timses Caleg Aceh << uang Indonesia mudah dipalsukan 100%


Empat pengedar uang palsu pecahan Rp 100.000 dibekuk aparat Subdit Resmob Polda Metro Jaya. Satu dari empat pelaku diketahui merupakan salah satu tim sukses seorang calon anggota legislatif di Aceh.
Keempat pelaku yakni, Ogan Djayadikarta alias Yoga yang disebut-sebut merupakan tim sukses salah satu caleg di Aceh, Marjuki alias Juki, Doni Antoni alias Oji alias Abang dan Lee Akbar Ahmad Efendi.
Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Adex Yudiswan mengatakan pihaknya masih memburu empat pelaku lainnya yakni, Indorus, Darji, Parlina dan Anwar.
“Mereka merupakan tersangka yang menerima uang palsu untuk diedarkan dari Ogan. Kita cari dan akan tangkap tersangka,” tegas Adex di Mapolda Metro Jaya, Senin (28/4/2014).
Dari tangan pelaku, lanjut Adex, pihaknya menyita ratusan lembar uang palsu pecahan Rp 100.000.
Adex menjelaskan, menurut informasi yang didapatkan, awalnya polisi menangkap pelaku Marjuki alias Juki pada, (24/3) sekitar pukul 20.00 di depan Stasiun Duren Kalibata, Jalan Rawajati Timur, Jakarta Timur. Dari tangan Juki didapat 180 lembar upal pecahan Rp 100.000.
Juki diketahui merupakan adiknya Ogan Djayadikarta alias Yoga. Kepada penyidik, Juki mengungkap adanya pelaku lain yakni, Doni Antoni alias Oji alias Abang.
“Akhirnya kita tangkap Doni pada 25 Maret 2014, sekitar pukul 19.00, Doni diringkus di depan Stasiun Duren Kalibata, Jalan Rawajati Timur, Jaktim,” jelas Adex.
Dari tangan Doni disita, 368 lembar upal pecahan Rp 100.000. Kepada penyidik Doni mengaku, 180 lembar upal diperoleh dari Ogan. Sedangkan 300 lembar dari Lee Akbar Ahmad Efendi.
Nah, nyanyian Doni itu berhasil membawa polisi menangkap Effendi, di Stasiun Depok Lama, Kota Depok, Jawa Barat, pada 25 Maret 2014 pukul 21.00.
“Dari interogasi yang dilakukan tersangka Lee mengaku telah mencetak uang pecahan Rp 100.000 palsu di rumahnya,” jelas Adex.
Polisi kemudian menggeledah rumah Lee di Jalan H. Kocenn Kali Mulia Rp 02 RW 02, Depok Lama. Alhasil di rumah Effendi diamankan berbagai alat-alat pembuat upal. Antara lain, masing-masing satu laptop Toshiba, printer Epson L800, alat press laminating, meja sablon, set peralatan sablon, koper berisi uang pecahan Rp 100.000 setengah jadi, amplop master cetak uang serta rim kertas bahan uang palsu.
Tak hanya itu disita pula tiga penggaris besi, dua pisau cuter, enam lembar uang Rp 100.000 yang belum dipotong, tujuh lembar pecahan Rp 100.000 yang sudah dipotong, 150 lembar kertas amplop serta 300 lembar uang setengah jadi.
Lantas, pada 25 Maret 2014 pukul 23.00, Resmob kembali menggeledah rumah Ogan di Kedung Badak, RT 007 RW 008, Kelurahan Kedung Badak, Kecamatan Tanah Sereal, Kota Bogor, Jabar.
Polisi menemukan sejumlah barang bukti di rumah Ogan alias Yoga. Antara lain, masing-masing satu laptop Dell, scanner Canon Pixma, alat press laminating, rim bahan baku pembuat uang, dus cat semprot GP 500 serta dua printer Epson Stylus Foto R230X. “Namun saat itu tersangka tidak di rumah,” kata Adex.
Dari pengakuan Doni, diketahui Ogan tengah berada di Aceh. Hingga akhirnya 13 April 2014, Ogan berhasil diringkus di Kampung Prada Banda, Desa Lamgugob Syah Kuala, Banda Aceh, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Minggu 13 April 2014 sekitar pukul 15.44.
Namun sayangnya, saat dikonfirmasi terkait adanya keterlibatan salah satu caleg di Aceh, Adex tak membenarkan atau menampiknya.
“Kami belum bisa membuktikannya. Tapi memang salah satu pelaku adalah tim sukses caleg yang ada di Aceh. Kita belum temukan dia gunakan untuk danai kegiatan dia,” kata Adex.
Saat ditanya apakah caleg partai lokal atau nasional, Adex mengaku lupa. Begitu juga nama sang caleg. “Harus kita dalami lagi, karena masih banyak dugaan,” pungkasnya.
Para pelaku dijerat pasal 244 dan 245 KUHP dengan ancaman diatas 5 tahun penjara. 


sumber :
http://zonadamai.com/2014/04/28/4-pengedar-uang-palsu-dibekuk-salah-satunya-timses-caleg-aceh/

Reade more >>

KOTO TENGAH >>Peredaran Uang Palsu Digagalkan Garin Masjid << uang Indonesia mudah dipalsukan 100%

Seorang garin masjid berhasil menggagalkan seorang pelaku pengedar uang palsu (upal) di Masjid Al Ikhlas Jalan Dakota Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, Jumat (3/1) sekitar pukul 12.30 WIB.
Saat ini tersangka yang kesehariannya menjadi tukang ojek, Ilham (30) telah diamankan di Mapolsek Koto Tangah guna pengusutan lebih lanjut.
Informasi yang dihimpun Singgalang, sebelum kejadian tersangka datang ke lokasi kejadian untuk menunaikan ibadah Shalat Jumat. Saat tersangka masuk ke dalam masjid, dia pun bergabung dengan jamaah lainnya.
“Saya sempat melihat tersangka sebelum melakukan aksinya,” kata garin yang menangkap tersangka, Zaki (23).
Setelah itu, ustadz pun menaiki mimbar untuk membacakan khutbah. Saat ustadz membacakan khutbah, seperti biasanya di sana, pengurus menjalankan kotak infak.
“Sebelum kontak infak tersebut tiba di giliran tersangka, uang yang ada di beberapa kontak infak cukup lumayan,” katanya.
Saat kontak infak berada di depan tersangka, Zaki melihat gerak-gerik tersangka yang mencurigakan. Dia tetap memperhatikan tersangka.
“Saya curiga kepada tersangka, karena dia tidak memberikan infak melainkan menukarkan uang senilai Rp300 ribu,” ujarnya.
Dia pun membiarkan aksi tersangka. Setelah selesai sholat, Zaki langsung mencegat tersangka, dan memberikan kepada jamaah lain. Lalu Zaki bersama jamaah lainnya, memeriksa uang tersebut, ternyata uang itu adalah palsu.
“Mengetahui hal itu, beberapa warga sempat memukul tersangka, karena geram dengan aksinya itu,” kata-nya.
Zaki bersama jamaah lainnya, membawa tersangka ke Mapolsek Koto Tangah untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Bendahara Masjid, Zainal mengatakan, setelah mengetahui kejadian tersebut, pengurus masjid langsung mengecek uang Rp100 ribu yang memang terlihat aneh. Ternyata, uang itu adalah uang palsu yang sengaja dimasukkan pelaku kedalam katidiang dan mengambil uang asli sebagai kembaliannya.
“Ada tiga lembar uang palsu Rp100 ribu dan dia sudah mengambil kembalian sekitar Rp300 ribu,” kata Zainal.
Warga yang memang sudah geram, langsung menghajar pelaku saat akan dibawa ke kantor polisi. Tak ayal, tendangan dan pukulan melekat di tubuh jangkung Ilham dan mengakibatkan wajahnya babak belur.
“Untung saja warga tidak semakin beringas karena dia sempat diselamatkan oleh salah seorang personel TNI yang ada di lokasi dan langsung membawanya ke Polsekta Padang Utara,” kata dia.
Menurutnya, aksi tersebut sudah kali keempat dilakukan oleh Ilham, namun belum pernah tertangkap tangan. Saat diintai, dia biasanya bisa lepas atau bahkan keluar dari masjid duluan saat orang masih shalat.
Kapolresta Padang Kombes Pol Wisnu Andayana melalui Kapolsekta Koto Tangah, Kompol Saman Matanari membenarkan tentang penangkapan pelaku tersebut. Menurutnya, modus yang digunakan Ilham ini untuk mencuri adalah modus yang terbilang baru, dia berpura-pura bayar infak tapi dengan uang palsu dan mengambil uang asli.
Pelaku sudah diamankan di Polsekta Koto Tangah setelah diantarkan oleh petugas dari Polsekta Padang Utara berikut dengan barang buktinya berupa tiga lembar uang palsu Rp 100 ribu dan uang infak Rp 300 ribu.
Saat diperiksa, pelaku mengaku baru setahun ini tamat dari salah satu universitas negeri terkemuka di kota Padang dan menyandang gelar sarjana pendidikan.”Dia berprofesi sebagai tukang ojek karena tidak kunjung mendapatkan pekerjaan,” katanya.
Panik istri hamil
Ilham mengakui semua perbuatannya tersebut kepada penyidik Polsekta Koto Tangah. Dia menyebut kalut karena sang istri tengah hamil anak pertamanya sementara pekerjaan tidak ada. Hasil yang didapatnya dari mengojek hanya habis untuk kebutuhan sehari-hari.
“Saya tidak tahu lagi harus melakukan apa pak, otak saya kalap. Tapi, saya menyesal sudah melakukan itu pak,” kata dia.
Ilham harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan terancam akan terkena pasal berlapis yakni, pasal peredaran uang palsu dan pencurian.

sumber :
http://hariansinggalang.co.id/peredaran-uang-palsu-digagalkan-garin-masjid/
Reade more >>

SULAWESI UTARA >> << uang Indonesia mudah dipalsukan 100%


Uang palsu masih beredar di masyarakat. Peredaran  uang palsu meningkat sampai 66 persen di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
Kepala Kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulut, Luctor Tapiheru menyatakan pemalsuan uang marak dilakukan pada bulan Ramadhan dan Lebaran. BI menemukan 102 kasus uang palsu pada Juli 2014.
"Selama bulan Ramadhan temuan uang palsu di Sulut sebanyak 102 lembar yakni naik 66 persen jika dibandingkan dengan bulan Juni 2014 hanya 56 lembar," tutur Luctor, Senin (18/8).
Dari 102 kasus tersebut, BI mendapatkan 93 lembar nominal 100 ribu, tujuh lembar 50 ribu dan dua lembar 20 ribu. Momen Ramadhan dan Lebaran dipilih karena sirkulasi uang di masyarakat sangat besar dan sulit terdeteksi.
Peningkatan tersebut, katanya, dikarenakan pada bulan tersebut uang yang beredar di masyarakat cukup banyak karena selain Ramadhan juga ada pengucapan syukur masyarakat Minahasa. Disitu kesempatan orang-orang yang tidak bertanggung jawab mengedarkan uang palsu.
BI memperingatkan masyarakat untuk mewaspadai oknum pemalsu uang. BI berjanji terus mensosialisasikan metode 3D yaitu Dilihat, Diraba, Diterawang. Metode tersebut menjadi standar pemeriksaan uang.
"Caranya mudah atau dikenal dengan 3D terus kami sosialisasikan kepada masyarakat sehingga masyarakat semakin mengenal ciri rupiah," katanya


sumber :
Reade more >>

JEPARA >> Peredaran Uang Palsu di Jepara Marak << uang Indonesia mudah dipalsukan 100%


Memasuki pekan kedua bulan suci ramadan, peredaran uang palsu (upal) di Jepara kian marak, Nano penyedia bahan bakar minyak (BBM) bensin yang berlokasi di Desa Bulu Kecamatan Kota, mengungkapkan satu pekan lalu, pihaknya menjadi korban penipuan uang palsu tersebut.
Nano memperkirakan, konsumen yang diduga mengedarkan upal pada saat pembayaran kepada petugas SPBU yang ia kelola setelah mengisikan bensin, saat kondisi pembeli ramai.
“Wkatu pelaku beli BBM, di bayar sama upal, peredaran upal memang sangat rawan terjadi pada waktu SPBU tengah sibuk melayani konsumen:” ucpany.
Petugas piket SPBU di tempatnya, tertipu peredaran upal berupa dua lembar uang pecahan Rp 100 ribuan, satu lembar uang pecahan Rp 50 ribuan, dan satu lembar uang pecahan 20 ribuan. Dirinya sendiri mengaku telah mendengar peredaran upal pecahan Rp 10 ribuan.
Modus peredaran upal lanjut Nano, dengan pecahan Rp 10 ribu, barangkali karena maasyarakat makin waspada dengan pecahan Rp 100 ribu atau Rp 50 ribu. Sebab, nilai kerugian yang diderita akan makin besar pula.
Pihaknya menilai para pembuat upal telah makin pandai. Dikatakan Nano, jika dulu nomor seri uang tidak bercahaya ketika diperiksa dengan lampu pendeteksi, kini nomor seri upal dapat menyala saat diperiksa untuk mengelabuhi korban.
Pihak mengimbau kepada seluruh karyawannya untuk menerapkan SOP yang ditetapkan agar tidak lagi terkena tipuan peredaran upal. Terlebih kini kian marak terjadi pada saat menjelang lebaran seperti ini.


sumber :
http://rlisafmjepara.com/2014/07/peredaran-uang-palsu-di-jepara-marak/
Reade more >>